Archive for January, 2010

Kasih Sayang

Posted in My Life on January 31, 2010 by rycopiero

Sudah lama gak liat-liat blog, tapi memang sudah ada rencana untuk nulis blog lagi dibulan ini.
Sebenarnya mau nulis hal-hal yang inspiratif, tapi ternyata tujuannya berubah drastic, hehe.. kali ini jadinya mau buat blog yang sekiranya berhubungan dengan hidup gw lagi. Setelah satu minggu ini berkutat antara mau nulis blog dan perasaan males mo nulis blog, yah, pada akhirnya pilihan jatuh untuk nulis blog ini, setidaknya bisa mengurangi sedikit sesak di dada yang mo mengungkapkan perasaan, cieeee… ;p

Topik kali ini yang terlintas dari beberapa hari yang lalu mungkin seputar kasih sayang. Kenapa? Ya karena itu yang ada di pikiran gw, hahahaa… ada banyak contoh bahwa kasih sayang bisa menyelesaikan banyak masalah, tapi terkadang, kita buta untuk melihat dimana letak kasih sayang itu berada, salah satu contohnya : diri gw.

Gw mau menceritakan cerita-cerita yang mungkin bisa dipikirkan oleh pembaca, ada satu masa dimana gw seringkali marah mendengar pertanyaan-pertanyaan dari orang lain dikarenakan pertanyaan tersebut berupa: pertanyaan retoris (pertanyaan yang seharusnya penanya sudah tahu jawabannya), pertanyaan yang diulang-ulang, pertanyaan yang gw gak tahu jawabannya (hehe..), atau pertanyaan yang tidak seharusnya ditanyakan ke gw. Beberapa waktu lalu atau mungkin sampai saat ini, gw masih kadang-kadang marah dengan cewe gw karena seringkali ia menanyakan hal-hal yang nggak perlu.. hal-hal yang aneh, lucu, dan mungkin sering gw deskripsikan sebagai pertanyaan bodoh. Alasannya mengapa? Nanti dijelaskan setelah cerita berikutnya.

Kadang kala, gw juga bisa menjadi sabar sekali menghadapi pertanyaan pertanyaan yang dilontarkan, contohnya: (gw asumsiin kalian semua punya facebook ye, hehe..) ada saat dimana gw mau nge-add ortunya cewe gw, namun ternyata, ditolak alias tidak di approve (sedihnyaa..), gw dihadapkan pada pertanyaan “koq mereka gak approve lu ya?”, doenk.. pertanyaan ini apakah gw tau jawabannya? Apakah pantas untuk ditanyakan ke gw? Mungkin kalo menuruti kehendak hati, gw bisa marah nih ama orang yang bertanya, tapi nyatanya, gw bisa jawab dengan tenang dan sabar.. kenapa? Karena gw saat itu bisa tahu letak kasih sayang di mana… ;p

Lalu, cerita kedua, mungkin kalian-kalian pernah mengajar teman, atau adik, atau pacar mengenai pelajaran atau apa pun itu. Ketika kalian sudah menerangkan sampai cape ke teman-teman kalian lalu, kalian harus mengulang untuk menerangkan lagi ke pacar kalian (biasa, kalo pacar kan kadang-kadang pengennya ekslusif, gak mau dijelasin bareng-bareng yang lain), dan setelah diterangkan +/- 2 kali, masih gak ngerti2 juga, dan terus menerus mengulan pertanyaan yang sama, “yang ini angkanya tadi dapet dari mana?”. Mau marah? Mungkin ada beberapa dari kalian yang memang kelewat sabar, hal ini bukan apa apa, tapi bagi gw dan mungkin sebagian orang, ada kemarahan yang menelusup ke rongga-rongga hati, tapi kemudian, apakah kalian marah? Jawabannya TIDAK. Kenapa? Karena gw yakin, saat itu kalian tahu, dimana letak kasih sayang.. ;p

Nah lalu, mengapa gw atau mungkin beberapa dari kalian masih sering marah kalo ditanya oleh orang lain, jawabannya tidak lain dan tidak salah adalah karena kalian belum tahu cara menyayangi orang tersebut. cerita di dua paragraph teratas, walaupun pertanyaan dari cewe gw itu gw anggap pertanyaan bodoh, ternyata dari dia-lah gw justru belajar apa yang namanya sabar dan kasih sayang (walau gw belum bisa nerapinnya dengan baik). Dia bilang “kenapa harus marah-marah terus? Kalo marah-marah karena ditanya gitu aja, itu tandanya gak sayang, tau gak?”. Mungkin sederhana, tapi setelah gw pikir, maknanya dalam.

Nah, mengapa dalam? Karena setelah gw pikir hingga saat ini, sesuai dengan pesan-pesan dari berbagai agama, contohnya: “pancarkan kasih sayang” atau “kasihilah sesamamu”, bukan tidak mungkin kalo kita paham arti dari kalimat itu, kita bisa jadi orang yang sabar dan menghadapi berbagai rupa pertanyaan dengan hati yang lapang.

Jadi, kalo seandainya kalian masih marah terhadap pertanyaan-pertanyaan orang lain, mungkin, letak kesalahannya adalah kalian sudah lupa atau kalian tidak tau bagaimana caranya menyayangi mereka. Tapi, bagaimana dengan orang-orang yang keinginan mau tahu nya besar? Yang tiap hal mau ditanyakan? Apa bisa kita sabar ke orang tersebut? jawabannya Ya, selama kita bisa tau cara menyayangi orang tersebut, kecuali sudah habis rasa sayangnya, tapi kalo masih kesal juga, gmana caranya? Ya tinggal dibilang baik-baik, pasti bisa saling mengerti… ;p

yah, mungkin cuma segitu dulu yang gw tulis. Di lain kesempatan, kalau masih ada niat, gw mo tulis-tulis lagi. Bye.

Regards,
ryco