Archive for invest

Berpikir Seperti Warren Buffett

Posted in My Study with tags , , , , , , , , on April 3, 2009 by rycopiero

Warren Buffett

Warren Buffett


Kembali pada tahun 1999, Robert G. Hagstrom menulis buku tentang investor legendaris Warren Buffett, berjudul “Warren Buffett Portfolio”. Apa yang begitu hebat tentang buku tersebut, dan apa yang membuatnya berbeda dengan kebanyakan buku dan artikel lainnya yang ditulis mengenai “Oracle of Omaha” yang menawarkan pembaca tentang bagaimana sebenarnya Buffett berpikir tentang investasi. Dengan kata lain, buku menyelidiki ke dalam pemikiran psikologis yang membuat Buffett menjadi kaya raya.

Meskipun investor dapat memperoleh manfaat dengan membaca seluruh isi buku, kami telah memilih beberapa contoh tips dan saran tentang pemikiran investor dan cara investor untuk improvisasi dalam memilih saham.

1. Berpikir Saham Sebagai Bisnis
Banyak investor berpikir bahwa saham dan pasar saham secara umum seperti potongan-potongan kertas yang diperdagangkan bolak-balik di kalangan investor, yang dapat mencegah investor menjadi terlalu emosional atas posisinya namun ini memungkinkan mereka untuk membuat keputusan investasi yang terbaik.
Itulah mengapa Buffett menyatakan bahwa pemegang saham harus berpikir tentang diri mereka sebagai “pemilik bagian” dari bisnis di mana mereka berinvestasi. Dengan berpikir demikian, Hagstrom dan Buffett menyatakan bahwa investor akan cenderung menghindari keputusan investasi yang kurang persiapan, dan menjadi lebih fokus untuk jangka panjang. Selain itu, “pemilik” jangka panjang juga cenderung menganalisa situasi secara lebih detail. Hagstrom mengatakan bahwa peningkatan pemikiran dan analisa ini cenderung mengakibatkan improvisasi hasil investasi.


2. Meningkatkan Ukuran Investasi
Meskipun jarang namun pernah, masuk akal bagi investor untuk menempatkan telur mereka dalam satu keranjang, dan belum tentu menaruh telur dalam banyak keranjang adalah yang terbaik. Buffett beranggapan bahwa diversifikasi yang berlebihan dapat menghambat penghasilan. Itulah sebabnya mengapa ia tidak berinvestasi di reksa dana dan lebih memilih untuk berinvestasi pada segelintir perusahaan.
Buffett percaya bahwa investor harus terlebih dahulu melakukan “pekerjaan rumahnya” sebelum berinvestasi. Tetapi setelah proses ketekunan selesai, investor harus merasa cukup nyaman untuk menaruh asetnya pada saham. Mereka juga harus merasa nyaman pada seluruh portfolio investasi pada segelintir perusahaan dengan prospek pertumbuhan yang baik.

Sikap Buffett dalam mengalokasikan dana adalah dengan komentar bahwa ini tidak hanya perusahaan yang baik, namun bagaimana perasaan terhadap perusahaan tersebut. Jika bisnis yang Anda pilih menyajikan resiko keuangan dan memiliki prospek jangka panjang yang baik, mengapa anda menaruh uang ke dalam tingkat 20 bisnis favorit?


3. Mengurangi Omset Portfolio
Keluar masuk secara cepat dalam perdagangan saham berpotensi membuat keuntungan banyak, namun menurut Buffett pelaku pasar seperti ini sebenarnya menghambat hasil investasi, karena omset portfolio meningkatkan jumlah pajak yang harus dibayar dari keuntungan modal dan menambah jumlah komisi yang harus dibayar.

“Oracle of Omaha” berisi bahwa apa yang masuk akal dalam bisnis juga masuk akal di dalam saham. Seorang investor biasanya akan menahan sebagian kecil saham pada bisnis yang luar biasa dengan kegigihan yang sama.
Investor harus berpikir untuk jangka panjang. Dengan memiliki pemikiran tersebut, mereka dapat menghindari membayar biaya komisi yang besar dan pajak keuntungan modal jangka pendek. Mereka akan lebih siap menghadapi fluktuasi jangka pendek, dan akhirnya memperoleh balasan dari peningkatan pendapatan atau deviden dari waktu ke waktu.


4. Membangun Saham Alternatif
Ketika harga saham menjadi barometer utama dari keberhasilan atau kegagalan suatu investasi, Buffett tidak berfokus pada ukuran ini. Namun, dia menganalisa perekonomian bisnis tersebut atau kelompok bisnis. Jika perusahaan tersebut melakukan apa yang diperlukan untuk tumbuh sendiri dengan dasar keuntungan, maka harga saham akhirnya akan menangani masalah itu sendiri.
Investor yang sukses harus melihat perusahaan yang mereka miliki dan belajar pada potensi penghasilan yang benar. Jika fundamental solid dan perusahaan tersebut meningkatkan nilai pemegang saham dengan pertumbuhan yang konsisten, maka harga saham dalam jangka panjang akan mencerminkan.


5. Belajar Untuk Menilai Probabilitas
Bridge adalah permainan kartu, pemain yang sukses dapat menggunakan matematika probabilitas untuk mengalahkan lawan-lawan mereka. Mungkin tidak mengherankan jika Buffett menyukai dan aktif memainkan permainan, dan ia menaruh strategi ke dalam dunia investasi.
Buffett menyarankan bahwa investor harus fokus pada ekonomi perusahaan-perusahaan yang mereka miliki atau bisnis utama mereka dan kemudian mencoba untuk mempertimbangkan kemungkinan beberapa peristiwa yang akan atau tidak akan terjadi, seperti banyak pemain Bridge memeriksa probabilitas lawannya. Ia menambahkan bahwa dengan fokus pada aspek ekonomi dan harga saham, investor akan lebih akurat dalam menilai probabilitas.

Berpikir dalam probabilitas memiliki keuntungan. Misalnya, investor mempertimbangkan probabilitas bahwa sebuah perusahaan tertentu akan melaporkan tingkat pertumbuhan pendapatan selama lima atau 10 tahun, ini akan lebih siap untuk fluktuasi harga saham jangka pendek. Sebagai tambahan, ini berarti bahwa hasil investasi mungkin akan lebih banyak dan biaya transaksi atau biaya keuntungan modal lebih sedikit.


6. Mengenali Aspek Psikologi Investasi
Sangat sederhana, ini berarti bahwa individu harus memahami bahwa investor yang sukses cenderung memiliki pemikiran psikologis. Secara khusus, investor yang berhasil akan berfokus pada probabilitas dan isyu ekonomi, dan membuat keputusan yang rasional, karena bertentangan dengan emosi.
Lebih dari apapun, emosi investor sendiri dapat menjadi musuh terburuk. Buffett beranggapan bahwa kunci untuk mengatasi emosi adalah “mempertahankan kepercayaan pada fundamental bisnis dan tidak terlalu khawatir dengan pasar saham.” Investor harus menyadari bahwa terdapat beberapa pemikiran psikologis yang harus dimiliki jika mereka ingin sukses.


7. Mengabaikan Perkiraan Pasar
Ada yang mengatakan bahwa Dow menanjak pada dinding kekhawatiran. Dengan kata lain, pergerakan pasar berada dalam teritory negatif, dan orang-orang berpendapat bahwa resesi “sudah di sekitar sudut”, namun biaya pasar masih cukup baik dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, isyu jelek harus diabaikan. Di sisi lain, ada banyak optimisme internal yang berpendapat bahwa pergerakan pasar saham semakin tinggi. Hal ini juga harus diabaikan.
Dalam semua kebingungan ini, Buffett menyarankan bahwa investor harus berfokus pada upaya investasi saham yang tidak memiliki nilai pasti. Logika di sini adalah karena pasar saham mulai mewujudkan nilai intrinsik perusahaan (melalui harga yang lebih tinggi dan permintaan yang lebih besar), investor akan berdiri untuk membuat banyak uang.


8. Menunggu Lemparan Yang Tepat
Buku Hagstrom menggunakan model legendaris pemain baseball Ted Williams sebagai contoh investor yang bijaksana. Williams akan menunggu lemparan tertentu (area dari plat yang kemungkinan melakukan kontak dengan bola) sebelum mengayun. Hal ini menjelaskan bahwa kedisiplinan Williams memiliki pukulan rata-rata lebih tinggi daripada rata-rata pemain lainnya.
Buffett, dengan cara yang sama, menyarankan bahwa semua investor memiliki kartu keputusan dengan hanya 20 pilihan investasi. Logika ini adalah untuk mencegah mereka membuat pilihan investasi yang kurang baik dan untuk meningkatkan hasil keseluruhan dari masing-masing portfolio.

Kesimpulan

“The Warren Buffett Portfolio” adalah sebuah buku yang menawarkan nilai berharga dalam pemikiran psikologis dari investor legendaris Warren Buffett. Tentu saja, jika belajar bagaimana untuk berinvestasi seperti Warren Buffett akan semudah membaca buku, semua orang akan menjadi kaya! Namun jika Anda mengambil waktu dan berupaya untuk menerapkan beberapa strategi Buffett, Anda akan menemukan jalan untuk memilih saham yang baik dan hasil yang lebih besar.

Translated by: andre@tgfnusantara.com

Source:
http://www.investopedia.com/articles/stocks/08/Buffett-style.asp